YAS

Karakter Ilahi PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 30 March 2008 07:00

Pdt Yosia Abdi Saputra
Khotbah Raya II 30/03/08
Graha Bethany Nginden

Banyak jemaat berpikir bahwa kalau ada seorang pendeta yang dipakai Tuhan secara luar biasa, hidupnya pasti baik dan sangat kudus. Sehingga tidak jarang jemaat yang ingin dekat dengan pendeta atau bahkan mengidolakannya. Namun ketika mereka dekat dengan pendeta itu dan mengetahui akan kelemahan yang ada dalam pendeta atau hamba Tuhan tersebut, hal ini menyebabkan mereka mengalami kekecewaan. Semua ini disebabkan karena banyak orang yang tidak dapat membedakan antara karunia dan karakter.

Pada saat hamba Tuhan berkhotbah dan menyembuhkan orang, sesungguhnya ia bergerak dalam karunia, tetapi dalam hidup keseharian ia bergerak dalam karakter. Arti dari karakter adalah sifat, watak, tabiat. Karakter yang kita miliki hari ini adalah hasil dari suatu proses yang panjang dan tidak terjadi dalam waktu satu hari. Bahkan para psikolog mengatakan bahwa pembentukkan karakter yang terpenting pada saat usia 5 tahun. Karena itu jika kita berharap agar seseorang dapat berubah dalam waktu satu hari maka yang timbul adalah kekecewaan. Misal ada seseorang yang sudah dibaptis namun masih mempunyai kebiasaan yang tidak baik, hal ini disebabkan karakter itu terbentuk melalui proses.

Sedangkan karunia di dapat dalam waktu yang cepat, contoh saat peristiwa pentakosta dimana para murid tiba-tiba menerima kuasa, sehingga Petrus yang tadinya seorang penakut, sekarang menjadi seorang pemberani, bahkan sekali dia berkhotbah 3000 orang bertobat.

Untuk itu ketahuilah bahwa Allah melihat karakter lebih penting daripada segala prestasi maupun penampilan seseorang, kalau kita sebagai manusia pada umumnya, lebih fokus kepada penampilan dan apa yang kita kerjakan. 1 Samuel 16:7, mengatakan bahwa Tuhan lebih melihat hati atau karakter daripada penampilan luar. Jadi dalam hidup keseharian Tuhan sangat memperhatikan hati dan karakter lebih dari penampilan kita. Karakter merupakan fondasi kokoh yang mempertahankan keberhasilan seseorang.

Dalam firman Tuhan disebutkan, Salomo adalah orang yang memiliki kekayaan yang luar biasa, namun kesuksesannya tidak dapat bertahan lama karena fondasinya yaitu karakternya tidak kuat. Contoh lain adalah Simson, dimana seorang anak muda yang kuat dan mempunyai masa depan yang cemerlang, namun kesuksesannya hanya berlangsung sangat singkat karena karakternya yang tidak baik. Karena itu diibaratkan bagunan sebagus apapun jika tidak mempunyai fondasi yang bagus maka bangunan tersebut dapat runtuh.

Ada 4 langkah agar karakter kita dapat dirubah

Langkah pertama : Bertobat

Roma 12:2. mengatakan Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Bertobat terjemahan dari kata metanoia. Metanoia memiliki arti perubahan budi atau perubahan pola berpkir. Jadi Bertobat artinya harus ada perubahan dalam pola pikir. Rasul Paulus mengatakan : “apa yang dulu menjadi keuntungan bagiku sekarang kuanggap rugi karena pengenalanku akan Kristus” artinya terjadi perubahan dalam pola pikir.

Langkah kedua : Mempunyai kerelaan untuk dibentuk atau memiliki roh yang mau diajar.

Saat orang ditegur, maka reaksi yang keluar pada umumnya adalah marah, tidak mau mendengarkan nasihat yang diberikan. Tetapi kalau kita belajar dari kehidupan Daud maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga, dimana dia sangat senang menerima teguran maupun peringatan dari Tuhan, seperti yang ia ungkapan dalam Mazmur 119:14-16. Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Langkah ketiga : Disiplin rohani

1 Timotius 4:7b-8 mengatakan bahwa latihan badani terbatas gunanya namun ibadah sangat besar gunanya karena mengandung janji dalam kekekalan. Untuk itu ibadah itu harus dilatih, karena terbentuknya karakter melalui kebiasaan. Bentuk ibadah itu sangat banyak selain kebaktian dalam gereja, diantaranya mengunjungi janda-janda dalam kesusahan, memberi, dan lain sebagainya.

Langkah keempat : Memiliki lingkungan yang baik

1 Korintus 15:33 mengatakan Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Jadi karakter yang baik akan dapat berubah menjadi tidak baik karena lingkungan yang ada. Begitu juga karakter yang tidak baik bisa berubah menjadi baik karena lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Karena itu ketika kita ingin mempunyai kehidupan rohani yang kuat maka kita harus berkumpul dengan orang yang mempunyai kerohanian yang bagus. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: