PAS

Mengutamakan Kristus PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 20 April 2008 07:00

Pdt Paul Abdi Saputra
Khotbah Raya I 20/04/08
Graha Bethany Nginden

Mega bintang NBA Larry Bert Pernah mengalami cidera yang serius sehingga harus dinonaktifkan. Dia merasa sangat menderita dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena ia sudah tidak dapat bermain lagi sepanjang musim. Bagi Larry, bola basket merupakan segala-galanya sebagaimana telah menyerap hidupnya.

Saudara, bukankah hidup ini untuk Kristus dan mati adalah keuntungan ?. Oleh sebab itu, biarlah Yesus saja yang menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Karena kekristenan yang benar dan sejati adalah kekristenan yang memusatkan diri secara total pada Kristus. Seseorang belum layak disebut sebagai orang Kristen kalau Yesus belum menjadi pusat hidupnya. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah saat ini Tuhan menjadi tujuan dan pusat bagi kita? Apakah yang kita lakukan itu menyenangkan Tuhan, apakah pikiran Kristus sudah menjadi pikiran kita, apakah keinginan kita sama dengan keinginan Kristus? Kalau hidup kita masih berpusat pada diri sendiri kita hanya tertuju kepentingan diri kita sendiri berarti Yesus belum menjadi pusat kehidupan kita. Sehingga dari sini kita dapat melihat bahwa kerohanian kita belum bertumbuh dan berkembang.

Paulus berhasil menunjukkan bahwa Kristus adalah pusat kehidupannya. Hal ini tampak pada sikap hidupnya ketika ia menghadapi masalah, persoalan, tekanan kehidupan, hal-hal yang tidak menyenangkan. Sikapnya sangat luar biasa, dimana ia dapat menghadapi persoalan dan ia berhasil keluar sebagai pemenang, mengapa ? sebab Kristus sudah menjadi pusat kehidupannya. Kalau Kristus menjadi pusat hidup kita maka hidup kita juga akan berbeda, dimana kita akan hidup dalam keberhasilan dan kemenangan. Ada beberapa ciri bagi orang yang hidupnya berpusat pada Kristus :

Ciri pertama : Penuh Sukacita Dan Damai Sejahtara.

Orang yang hidupnya berpusat pada Kristus,  hidupnya pasti dipenuhi dengan sukacita, damai sejahtera. Lalu bagaimana hidup kita hari-hari ini ketika terpaan tekanan makin menghebat, apakah hidup kita dipenuhi dengan sukacita atau dukacita ? Jika sukacita belum ada dalam hati kita maka Kristus masih belum menjadi pusat perhatian hidup kita. Namun sebaliknya jika Kristus menjadi pusat hidup kita, maka apapun yang terjadi dan melanda hidup kita maka kita akan ada dalam kebahagiaan dan damai sejahtera.  Filipi 1:18 Paulus mengatakan bahwa apapun yang terjadi ia tetap bersukacita. Filipi 4:4 dikatakan bahwa bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan …” padahal hidup Paulus bukanlah mudah karena ia dalam penjara, namun ia menulis surat yang isinya penuh dengan sukacita malahan ia menganjurkan orang yang di luar penjara untuk hidupnya dalam sukacita. Sepertinya memang bertentangan tetapi ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun yang dapat mengikat hati ,roh dan sukacita yang ada dalam diri Paulus.

Sebenarnya apa yang menjadi tolok ukur sukacita?  Menurut ukuran dunia kita dapat bersukacita jika kita memiliki materi, jabatan yang tinggi, kedudukan yang baik. Survey di Amerika menyatakan bahwa setiap tahun ada 5 juta orang yang berniat bunuh diri dimana mereka adalah orang yang mempunyai materi yang cukup dan populer. Dan yang bunuh diri adalah 10-20 % nya setiap tahunnya. Dari sini berarti materi tidak dapat menjamin kebahagiaan dan bukan segala-galanya. Materi memang penting tapi bukan segala-galanya. Suatu hari ibu Theresa diundang dalam sebuah pertemuan dunia dan dihadiri  para oleh bangsawan, perdana menteri, presiden dan orang-orang penting. Semua orang datang dengan kekayaan, harta benda yang luar biasa, dan mereka memakai baju dari kain sutera. Namun yang menarik saat itu adalah ibu Theresa datang dengan kain sari (kain tradisional India yang sederhana dan bajunya dijepit dengan peniti yang sederhana).

Kemudian seorang bertanya pada ibu Theresa dan bertanya apakah ia tidak kecewa dengan pelayanannya terhadap kaum miskinn, banyak berkorban namun menghasilkan materi dan kekayaan yang sedikit? Ibu theresa menjawab bahwa ia tidak kecewa karena ia tahu bahwa ia dipanggil bukan dalam pelayanan yang bergelimang dengan materi namun pelayanan dengan kemurahan hati. Dan sejarah mencatat bahwa hidup ibu Theresa penuh dengan sukacita dan kebahagiaan sekalipun tidak berlimpah-limpah dengan kekayaan dunia. Ibu Theresa dan Rasul Paulus menunjukkan bahwa kekayaan tidak menjadi tujuan hidup mereka sebab sumber sukacita, damai adalah Yesus. Ada persamaan antara thermometer dan thermostat yaitu berhubungan dengan suhu. Namun ada perbedaannya dimana Thermometer adalah alat pengukur suhu ruangan, artinya thermometer sangat dipengaruhi situasi dan kondisi yang ada. Sedangkan thermostat adalah alat untuk mengatur suhu dan jadi yang menentukan suhusebuah  ruangan adalah thermostat. Sebab itu jadilah Kristen thermostat dimana sukacita kita tidak tergantung oleh apapun juga dan bukan menjadi kristen thermometer .

Ciri kedua : Memiliki KeyakinanYang Kuat Dan Teguh. (Filipi 1:19-20).

Orang yang menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya akan memiliki  sebuah keyakinan yang kuat dan teguh bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya pasti akan membawa kebaikan dan pada akhirnya Kristus dimuliakan. Paulus tidak pernah takut dengan apapun yang terjadi karena hidupnya ada dalam tangan Tuhan. Jadi sebenarnya kita tidak mengenal kata kebetulan, gagal, sial.

Ilustrasi: Ada sebuah raja dan seorang perdana menteri yang melewati sebuah hutan lalu sang raja merasa lapar dan ia memerintahakan perdana menteri mencari makanan, namun karena tidak ada makanan maka di tengah perjalanan justru mereka menemukan buah kelapa yang berserakan di tanah. Akhirnya sang raja makan buah kelapa tetapi akhirnya gigi sang raja tanggal satu. Sang perdana menteri menertawakannya hingga membuat sang raja marah, namun perdana menteri mengatakan bahwa di balik peristiwa yang tidak baik disana akan ada hal baik yang belum diketahui. Akhirnya sang perdana menteri diikat dan dimasukkan ke dalam sumur tua. Sang raja kemudian melanjutkan perjalanan dan ditangkap oleh gerombolan suku liar dan ia hendak dipersembahkan kepada dewa gunung berapi. Namun akhirnya sang raja tidak jadi dikorbankan sebagai persembahan karena sang dewa tidak mau jikalau anggota tubuh korban tidak komplit, yaitu gigi sang raja telah tanggal satu. Akhirnya sang raja melarikan diri menemui perdana menteri dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Kemudian sang raja bercerita dengan kejadian yang menimpanya. Perdana menteri pun juga bersyukur sebab jika dirinya tidak diikat dan ikut dengan sang raja tentu ia akan dipersembahkan sebagai korban karena ia memiliki anggota tubuh yang komplit. Jadi dari sini kita tahu bahwa saat ada hal buruk yang terjadi disana pasti ada kebaikkan yang akan Tuhan nyatakan.

Ciri ketiga : Mempunyai tujuan yang jelas yaitu menghasilkan buah untuk kemuliaan nama Tuhan (Filipi 1:21-22).

Ketika terjadi perang saudara di Amerika, Presiden Abraham Lincoln mempunyai seorang sekretaris pemuda yang setiap hari memohon agar ia dikirim ke medan perang sebab ia ingin melakukan sesuatu yang penting untuk bangsa dan negaranya. Namun akhirnya suatu hari presiden mengataka bahwa ia melihat kesungguhan dan niatnya namun ia tidak melihat untuk hidup bangsa dan negara. Disini kita melihat bahwa sebenarnya arti martir adalah orang yang bersedia menyerahkan hidupnya baik melalui kematiannya maupun kehidupannya bagi bangsa dan negaranya atau bagi agamanya. Hidup orang Kristen seharusnya seperti  pohon pisang dimana ia tidak akan mati sebelum berbuah. Begitu juga biarlah hidup kita boleh berbuah dan melakukan perbuatan baik yang dapat dinikmati oleh orang lain. Jadi saat kita memusatkan hidup pada Kristus maka apapun yang ada pada kita, akan kita persembahkan untuk Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: