JN

Excellence In Character (Living The Beatitudes) PDF Print E-mail
Written by Moho Setiya Putra
Friday, 14 September 2007 07:00

Dr. Jacob Nahuway, MA
Workshop – 21st Pentecostal World Conference

Sesi workshop ini merupakan sesi lanjutan dari workshop tanggal 18 Juli kemarin yang juga dibawakan oleh Dr. Jacob Nahuway, MA. Jika hari sebelumnya, telah dibahas tentang 3 karakter Yesus yang tertulis pada Matius 5, maka workshop tanggal 19 Juli ini dimulai dengan pembahasan karakter ke-4 Yesus dalam Matius 5.

Dalam Matius 5:6, tertulis: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Kata kunci dari ayat ini adalah lapar dan haus. Lapar dan haus adalah tanda kehidupan. Kalau kita tidak pernah merasa lapar dan haus, maka kita bukanlah makhluk hidup, melainkan sesosok benda mati atau mungkin sebuah robot. Begitupun dengan kehidupan rohani kita. Mazmur mengatakan “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:1).” Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kita hidup bukan cuma dari roti, tetapi juga karena firman Tuhan.

Apabila kita tidak merasa lapar dan haus akan firman Tuhan, kita pasti tidak akan bisa menikmati firman Tuhan itu sendiri. Hal ini seperti seorang yang sedang tidak lapar dan haus, tetapi dipaksa oleh orang lain untuk menelan makanan dan minuman. Kita pasti tidak bisa menikmati sama sekali kelezatan dari makanan dan minuman tersebut. Rasa lapar dan haus akan mendorong kita ke dalam perkara yang orang lain tidak akan pernah tahu.

Orang yang tidak berpaut kepada firman Tuhan sangatlah rugi. Mengapa? Karena di dalam firman Tuhan, banyak terkandung rahasia-rahasia kehidupan dari jaman dahulu, jaman sekarang, hingga rahasia tentang masa depan kehidupan setiap manusia. Rasa lapar dan haus adalah persyaratan pokok dalam kehidupan rohani kita.

Saat kita membaca firman Tuhan, kita akan mendapatkan beberapa hal yang baru, yaitu:

1. Ilmu

Semua ilmu yang ada di dunia, semuanya tertuang dalam firman Tuhan. Contohnya, ilmu manajemen, ilmu politik, ilmu ekonomi, dan bahkan ilmu kongkalikong atau ilmu untuk menipu orang. Untuk yang terakhir ini, kita bisa melihat kisah Yakub yang menipu Ishak dan Esau (tetapi tentu saja yang terakhir ini tidak pantas untuk ditiru). Firman Tuhan adalah pikiran dari Tuhan sendiri. Bayangkan kalau kita memiliki pikiran Tuhan, oleh karena itu, orang-orang Kristen yang berpegang pada firman Tuhan 10 kali lebih pintar daripada orang-orang biasa. Contoh dari Alkitab adalah Daniel. Kalau kita ingin menjadi hebat, kita harus dekat dan tahu tentang firman Tuhan. Setelah kita dekat dan tahu tentang firman Tuhan, percayalah bahwa kita tidak perlu mencari orang, tetapi orang yang akan mencari kita. Setelah kita dekat dan tahu tentang firman Tuhan, percayalah bahwa kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang, karena uang yang akan mencari kita.

2. Makanan

Tidak cuma dari makanan jasmani, tetapi juga makanan rohani. Tetapi kita harus memiliki rasa lapar dan haus, karena makanan jasmani ataupun rohani tidak akan berpengaruh pada orang yang tidak lapar ataupun haus.

3.  Penyucian Diri

Rasul Paulus berkata dengan berpegang pada firman Tuhan, maka orang-orang muda dapat menjaga kesucian mereka. Kesucian ini adalah persyaratan mutlak bagi seorang pelayan, karena tanpa kesucian kita tidak akan bisa melihat Tuhan. Manusia memiliki empat mata, yaitu: mata sebagai indera pelihat, mata kaki, mata hati dan mata kesucian. Dengan mata kesucian inilah kita bisa melihat Tuhan.

4. Beban di Hati

Orang Kristen yang tidak memiliki beban di hati mereka, seperti gula yang tidak manis. Hari-hari ini, banyak gereja besar yang tidak memiliki beban untuk desa-desa ataupun daerah-daerah yang sulit atau mungkin belum terjangkau.

Sekarang kita melihat dalam Matius 5:7 yang bunyinya: “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Karakter berikutnya adalah murah hati. Kita tidak boleh melakukan kejahatan terhadap sesama. Kita harus bisa ramah kepada setiap orang, tidak cuma untuk teman-teman terdekat kita, tetapi juga untuk musuh kita. Untuk bisa ramah kepada musuh kita, hanya orang yang memiliki karakter murah hati yang bisa melakukannya. Tidak cuma untuk manusia, tetapi juga untuk lingkungan di sekitar kita. Dengan cara, tidak merusak tanaman-tanaman milik tetangga kita, atau memotong bunga mawar yang sedang mekar untuk dijadikan hiasan di rumah.

Orang yang murah hati juga selalu berusaha menolong orang lain dan memberi solusi untuk orang lain. Orang yang murah hati saat melihat orang lain jatuh, dia juga akan merasa seperti terjatuh. Saat orang lain menangis, dia juga akan menangis. Orang yang murah hati, merasa kalau beban orang lain adalah bebannya juga.

Karakter berikutnya berasal dari Matius 5:8 :”Berbahagialah mereka yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Orang yang memiliki hati yang suci, mereka akan melihat Allah. Karakter ini, suci hati, tidak akan bisa didapat kalau hati kita tidak berubah. Seperti tadi telah dijelaskan, tanpa kesucian orang tidak akan bisa memandang Allah.

Di Matius 5:9 dikatakan: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Kita sebagai orang Kristen yang mencintai firman Tuhan, seharusnya memiliki karakter ini, yaitu pembawa damai. Tetapi kalau kita ingin membawa damai untuk orang lain di sekeliling kita, terlebih dahulu dari dalam diri kita kita harus cinta damai. Membawa damai dimanapun kita berada, sekolah, kantor, kampus, gereja, dan bahkan kita harus membawa damai ke seluruh dunia.

Di ayat yang kesepuluh dari Matius 5, tertulis: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Mengalami penganiayaan adalah bagian dari anugerah Allah. Rasul Paulus menulis untuk jemaat di Filipi demikian: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Filipi 1:29). Dianiaya adalah bagian dari proses pengabdian kita kepada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: