DM

Mengikuti Contoh dan Teladan Kristus PDF Print E-mail
Written by Deisy
Wednesday, 09 July 2008 07:00

Rev David Mohan
Workshop I SPGI 2008 (Main Auditorium 11.00-12.00)
Graha Bethany Nginden

Matius 20:25-28 ”. . . Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Bagaimana caranya menjadi pemimpin yang sukses?

* Kita harus mengikuti contoh dan teladan Yesus.

– Masalah yang sering terjadi adalah banyak orang ingin menjadi yang terbesar. Yesus mengajarkan prinsip yang baik sebagai seorang pemimpin (ay.26-28)

* Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia harus menjadi pelayan.

* Barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka, hendaklah ia menjadi hamba.

* Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan melayani dan berkorban.

Yesus mengajarkan murid-murid dalam hal kerendahan hati. Sebagai pemimpin, Yesus mau membasuh kaki murid-muridNya, bahkan orang yang akan mengkhianati Dia.

– Tidak mudah untuk membasuh kaki orang yang akan mengkhianati kita. Yesus memberikan teladan yang baik untuk kita. Contoh : Yesus membasuh kaki Yudas yang akan mengkhianati Dia.

– Seringkali kita menginginkan untuk menyingkirkan musuh kita, tetapi Tuhan mengajarkan untuk mengasihi musuh kita.

Kita harus melayani Tuhan seperti seorang budak. Dan perlu kita tahu bahwa budak tidak meminta bayaran, selain itu seorang budak senantiasa siap sedia pada saat tuannya menyuruh dia, dan terlebih itu seorang budak mengabdikan dirinya seumur hidup untuk tuannya. Seorang budak berbeda dengan pekerja. Pekerja adalah orang yang mengharapkan bayaran, punya jadwal kerja dan bebas untuk pergi meninggalkan tuannya.

Pada saat kita melayani Tuhan tanpa mengharapkan apa-apa, maka pastilah Tuhan akan memberkati. Tuhan pasti memenuhi kebutuhan kita, Tuhan selalu ingin melihat kita berkomitmen dengan Dia. Jangan melayani Tuhan untuk cari berkatNya saja, tetapi kita melayani Tuhan seperti seorang budak kepada tuannya. Bahkan sekalipun Tuhan akan membunuh kita (jangan kuatir) pasti Tuhan punya rencana yang indah. Itulah bentuk kepemimpinan.

Mau menderita dan malayani adalah bentuk kepemimpinan yang Yesus ajarkan. Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Yoh 5:30).

Teladan kepemimpinan Yesus :

1.Yesus selalu memuliakan Bapa

– Sebagai pemimpin, kita harus memuliakan Tuhan.

2.Yesus selalu pergi ke kampung-kampung untuk menjamah jiwa-jiwa.

– Sebagai pemimpin kita harus memiliki kerinduan untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Yesus memanggil untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.

3.Yesus tidak terlibat dalam semua hal yang baik untuk menyenangkan manusia, tetapi Yesus memfokuskan diriNya dalam pelayanan untuk melakukan kehendak Bapa. (Lukas 12, 13, 14)

– Contoh : Suatu kali orang-orang ingin menjadikan Yesus sebagai raja tetapi Yesus menghindar dari kerumunan orang banyak.

4. Yesus menerima perintah dan intruksi dari BapaNya. Mat 14:23, Markus 1:23

– Yesus selalu berdoa untuk menerima intruksi dari Tuhan, dan Yesus selalu menunggu perintah dari BapaNya. Kita harus menanti-nantikan Tuhan untuk mendapat intruksi dari Tuhan. Pada saat kita menanti-nantikan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan intruksiNya sehingga kita memiliki kata-kata yang tepat di waktu yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: