Excellence In Character (Purity and Pentacost) PDF Print E-mail
Written by Moho Setiya Putra
Sunday, 14 September 2008 07:00

Rev. Lamar Vest
Workshop – 21st Pentecostal World Conference

1. God is Holly  ( Allah adalah Kudus ).

Allah adalah kudus, tidak ada yang kudus seperti Dia di dunia ini dan sebagai umat Allah atau sebagai orang-orang Kristen yang disebut pengikut Kristus, kita tidak boleh sembarangan untuk masuk ke dalam hadiratNya karena Ia kudus adanya.

Untuk itulah kita harus hidup kudus di hadapanNya dalam setiap langkah kehidupan kita sesuai firmanNya dan kebenaran yang dinyatakan melalui firmanNya yang hidup ( 1 Samuel 2 : 2 ).

Sebagai orang percaya haruslah sifat takut akan Dia dan menghormatiNya agar kita layak masuk dalam hadiratNya dengan sujud dan menyembah Dia dalam Roh Kebenaran ( Wahyu 15:4 ).

2. Spritual Integrity  ( Kesatuan dan Keutuhan Rohani ).

Setiap aspek kehidupan kita haruslah terintegritas dengan kekudusan Allah.

Kita harus menjaga keintiman dan kekudusan dengan Allah, kita harus hidup sesuai dengan FirmanNya.

Allah membenci orang-orang yang menyembah dan memuji berhala, Allah membenci orang-orang pengkhianat yang melakukan kecurangan-kecurangan. Karena Kristus tidak ada dalam kehidupan mereka yang menolak Kristus, sehingga yang ada dalam kehidupan mereka adalah kesia-siaan. Tetapi bagi orang yang orang yang jujur dan tulus hati akan berkenan dihadapanNya. Allah ada pada saat suka dan duka, kehidupan kekristenan merupakan kehidupan yang bahagia dan sejahtera, oleh sebab itu langkah kehidupan kita dan perilaku kita haruslah seimbang dengan firman Allah.

Kehidupan kekristenan bukan hanya terpancar pada saat kita beribadah di gereja tetapi kehidupan kekristenan kita pun harus tercermin pada saat kita berada di tengah-tengah keluarga, kantor, lingkungan kita berada atau dimanapun kita berada.

Janganlah kita bermegah diri atas apa yang kita lakukan, tetapi bermegahlah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, karena dengan memikul salib Kristus dan memiliki spiritual integrity terhadap Dia, maka keberhasilan, kedamaian, sukacita, sejahtera menjadi milik kita. Dan karunia yang dari Allah akan dicurahkan bagi setiap orang yang menjaga keutuhan dan kesatuan rohani dengan Tuhan Yesus Kristus. (Amsal 11 : 3 dan Galatia 6 : 14 ).

3. Pentecost dan Authencity.

a. Kemurnian Pentakosta.

Dunia sedang menuju ambang kebinasaan, banyak terjadi kekacauan, peperangan, bencana alam dan lain sebagainya, dan banyak orang mulai mencari jati diri dalam kehidupan ini.

Jati diri kita seharusnyalah sesuai dengan panggilanNya kepada kita agar kira hidup dalam kekudusan karena Ia kudus adanya, seperti yang dikatakan oleh firman, “Sebab ada tertulis : Kuduslah kamu , sebab Aku kudus” (1 Petrus 1 : 6). Kita harus hidup dalam terang firmanNya agar kemurahanNya terpancar sebagai impartasi bagi kehidupan orang lain.

Allah tidak terkesan hanya dengan perbuatan baik, Ia tidak dapat disogok hanya dengan perbuatan baik tetapi Ia berkenan pada orang-orang yang hidup dalam kebenaran firmanNya, oleh karena iman percaya padaNya, karena orang benar akan hidup oleh iman, orang benar akan dipimpin oleh iman yaitu percaya dengan segenap hati pada firman yang hidup Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam Roma 1 : 17 “Sebab di dalamNya nyata kebenaran Allah, yang tertolak dari iman dan memimpin kepada iman seperti ada tertulis : Orang benar akan hidup oleh iman.”

Kita tidak memiliki apapun juga untuk dibawa ke salib Kristus, Tuhan menginginkan kita sebagai orang percaya agar kita merespon panggilanNya sesuai dengan kehendakNya yaitu kudus dalam namaNya untuk menjadi orang-orang kudus untuk melakukan impartasi kepada orang-orang di sekitar kita agar lebih banyak lagi yang berseru kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang hidup  (1 Kor 1 : 2 ).

Sebagai umat pilihan yang terpanggil, kita harus menjaga kebersihan tangan kita yaitu perbuatan-perbuatan kita dan kemurnian hati untuk tidak melakukan dosa yang tidak berkenan kepadaNya agar keadilanNya, kemurahanNya, berkatNya dan keselamatan yang dijanjikanNya menjadi milik kita  ( Mazmur 24 : 4, 5 ).

b. Roh Kudus dan Kristus.

Tuhan kita Yesus Kristus menginginkan agar kita menjadi pengikutNya yang setia ( 1 Kor 11 : 1 ) dan perintahNya kepada kita untuk melakukan amanat agungNya agar lebih banyak orang percaya padaNya.

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke surga, Ia menjanjikan kepada murid-muridNya untuk mencurahkan Roh Kudus sebagai penghibur bagi orang-orang yang percaya kepadaNya, karena Ia tahu bahwa manusia tidak mampu hidup benar dan berkenan kepada Allah tanpa adanya Roh Allah yang kudus (Yohanes 16 : 12-14; 14 : 25-25; 15 : 26)

Adapun tujuan Roh Kudus dicurahkan atas umatNya :

–   Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang akan memimpin kedalam seluruh kebenaran.

–   Roh Kudus dicurahkan untuk satu alasan yaitu untuk menyatakan Tuhan Yesus kepada seluruh umat manusia.

–   Roh Kudus mengajarkan agar kita dapat bersaksi tentang Tuhan Yesus Kristus.

–   Roh Kudus menunutn kita agar kita memuliakan namaNya.

Kehidupan rohani kita yang dipimpin Roh Kudus haruslah kehidupan rohani yang serupa dan mencerminkan Yesus Kristus dan itulah kehidupan yang benar dan berkenan padaNya (Galatia 4 : 9). Dan perlu diketahui bahwa :

– Kehidupan rohani kita bukanlah kehidupan yang hanya menyenangkan gereja-gereja saja.

– Kehidupan rohani kita bukanlah untuk menjadikan adanya persaingan antar gereja-gereja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: