JN

March 13, 2009
Excellence In Character (Living The Beatitudes) PDF Print E-mail
Written by Moho Setiya Putra
Friday, 14 September 2007 07:00

Dr. Jacob Nahuway, MA
Workshop – 21st Pentecostal World Conference

Sesi workshop ini merupakan sesi lanjutan dari workshop tanggal 18 Juli kemarin yang juga dibawakan oleh Dr. Jacob Nahuway, MA. Jika hari sebelumnya, telah dibahas tentang 3 karakter Yesus yang tertulis pada Matius 5, maka workshop tanggal 19 Juli ini dimulai dengan pembahasan karakter ke-4 Yesus dalam Matius 5.

Dalam Matius 5:6, tertulis: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Kata kunci dari ayat ini adalah lapar dan haus. Lapar dan haus adalah tanda kehidupan. Kalau kita tidak pernah merasa lapar dan haus, maka kita bukanlah makhluk hidup, melainkan sesosok benda mati atau mungkin sebuah robot. Begitupun dengan kehidupan rohani kita. Mazmur mengatakan “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:1).” Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kita hidup bukan cuma dari roti, tetapi juga karena firman Tuhan.

Apabila kita tidak merasa lapar dan haus akan firman Tuhan, kita pasti tidak akan bisa menikmati firman Tuhan itu sendiri. Hal ini seperti seorang yang sedang tidak lapar dan haus, tetapi dipaksa oleh orang lain untuk menelan makanan dan minuman. Kita pasti tidak bisa menikmati sama sekali kelezatan dari makanan dan minuman tersebut. Rasa lapar dan haus akan mendorong kita ke dalam perkara yang orang lain tidak akan pernah tahu.

Orang yang tidak berpaut kepada firman Tuhan sangatlah rugi. Mengapa? Karena di dalam firman Tuhan, banyak terkandung rahasia-rahasia kehidupan dari jaman dahulu, jaman sekarang, hingga rahasia tentang masa depan kehidupan setiap manusia. Rasa lapar dan haus adalah persyaratan pokok dalam kehidupan rohani kita.

Saat kita membaca firman Tuhan, kita akan mendapatkan beberapa hal yang baru, yaitu:

1. Ilmu

Semua ilmu yang ada di dunia, semuanya tertuang dalam firman Tuhan. Contohnya, ilmu manajemen, ilmu politik, ilmu ekonomi, dan bahkan ilmu kongkalikong atau ilmu untuk menipu orang. Untuk yang terakhir ini, kita bisa melihat kisah Yakub yang menipu Ishak dan Esau (tetapi tentu saja yang terakhir ini tidak pantas untuk ditiru). Firman Tuhan adalah pikiran dari Tuhan sendiri. Bayangkan kalau kita memiliki pikiran Tuhan, oleh karena itu, orang-orang Kristen yang berpegang pada firman Tuhan 10 kali lebih pintar daripada orang-orang biasa. Contoh dari Alkitab adalah Daniel. Kalau kita ingin menjadi hebat, kita harus dekat dan tahu tentang firman Tuhan. Setelah kita dekat dan tahu tentang firman Tuhan, percayalah bahwa kita tidak perlu mencari orang, tetapi orang yang akan mencari kita. Setelah kita dekat dan tahu tentang firman Tuhan, percayalah bahwa kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang, karena uang yang akan mencari kita.

2. Makanan

Tidak cuma dari makanan jasmani, tetapi juga makanan rohani. Tetapi kita harus memiliki rasa lapar dan haus, karena makanan jasmani ataupun rohani tidak akan berpengaruh pada orang yang tidak lapar ataupun haus.

3.  Penyucian Diri

Rasul Paulus berkata dengan berpegang pada firman Tuhan, maka orang-orang muda dapat menjaga kesucian mereka. Kesucian ini adalah persyaratan mutlak bagi seorang pelayan, karena tanpa kesucian kita tidak akan bisa melihat Tuhan. Manusia memiliki empat mata, yaitu: mata sebagai indera pelihat, mata kaki, mata hati dan mata kesucian. Dengan mata kesucian inilah kita bisa melihat Tuhan.

4. Beban di Hati

Orang Kristen yang tidak memiliki beban di hati mereka, seperti gula yang tidak manis. Hari-hari ini, banyak gereja besar yang tidak memiliki beban untuk desa-desa ataupun daerah-daerah yang sulit atau mungkin belum terjangkau.

Sekarang kita melihat dalam Matius 5:7 yang bunyinya: “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Karakter berikutnya adalah murah hati. Kita tidak boleh melakukan kejahatan terhadap sesama. Kita harus bisa ramah kepada setiap orang, tidak cuma untuk teman-teman terdekat kita, tetapi juga untuk musuh kita. Untuk bisa ramah kepada musuh kita, hanya orang yang memiliki karakter murah hati yang bisa melakukannya. Tidak cuma untuk manusia, tetapi juga untuk lingkungan di sekitar kita. Dengan cara, tidak merusak tanaman-tanaman milik tetangga kita, atau memotong bunga mawar yang sedang mekar untuk dijadikan hiasan di rumah.

Orang yang murah hati juga selalu berusaha menolong orang lain dan memberi solusi untuk orang lain. Orang yang murah hati saat melihat orang lain jatuh, dia juga akan merasa seperti terjatuh. Saat orang lain menangis, dia juga akan menangis. Orang yang murah hati, merasa kalau beban orang lain adalah bebannya juga.

Karakter berikutnya berasal dari Matius 5:8 :”Berbahagialah mereka yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Orang yang memiliki hati yang suci, mereka akan melihat Allah. Karakter ini, suci hati, tidak akan bisa didapat kalau hati kita tidak berubah. Seperti tadi telah dijelaskan, tanpa kesucian orang tidak akan bisa memandang Allah.

Di Matius 5:9 dikatakan: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Kita sebagai orang Kristen yang mencintai firman Tuhan, seharusnya memiliki karakter ini, yaitu pembawa damai. Tetapi kalau kita ingin membawa damai untuk orang lain di sekeliling kita, terlebih dahulu dari dalam diri kita kita harus cinta damai. Membawa damai dimanapun kita berada, sekolah, kantor, kampus, gereja, dan bahkan kita harus membawa damai ke seluruh dunia.

Di ayat yang kesepuluh dari Matius 5, tertulis: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Mengalami penganiayaan adalah bagian dari anugerah Allah. Rasul Paulus menulis untuk jemaat di Filipi demikian: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Filipi 1:29). Dianiaya adalah bagian dari proses pengabdian kita kepada Tuhan.

RA

March 13, 2009
From Zero To Hero PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 03 February 2008 07:00

Pdt Rubin Adi
Khotbah Doa Malam 04/02/08
Graha Bethany Nginden

Dalam Hakim-hakim 11:1-3 dikisahkan bahwa Yefta mempunyai masa lalu begitu kelam. Dimana ia adalah anak dari Gilead yang  saat itu ayahnya menghampiri perempuan sundal yang akhirnya melahirkan Yefta. Dan ketika semua saudara-saudara Yefta mengetahui akan statusnya akhirnya Yefta diusir dari lingkungan keluarganya. Sehingga hal ini menimbulkan luka batin kemudian Yefta pergi ke tanah Tob dan disana ia menjadi perampok. Disini kita melihat bahwa kepahitan yang dialami oleh seseorang jika tidak mengalami pemulihan maka akan mengakibatkan hal perbuatan yang tidak baik.

Ilustrasi : Adolf Hitler mempunyai ayah seorang Yahudi dimana ayahnya sering berbuat kasar pada ibunya ia ingin menolong tetapi tidak dapat berbuat apa-apa sampai menimbulkan kepahitan pada Hitler. Kemudian setelah ia beranjak dewasa ia berpacaran dengan seorang wanita Yahudi namun ia ditinggalkan dan menikah dengan laki-laki lain sehingga meinimbulkan goresan luka hati.. Kemudian ia bertemu dengan seorang wanita tunasusila orang Yahudi  dan melakukan hubungan seksual dan akhirnya ia terkena penyakit kelamin, maka bertambah bencilah ia terhadap orang Yahudi. Sampai pada suatu saat ia memperoleh kekuasaan ia memerintahkan untuk membantai 6 juta orang Yahudi pada perang dunia ke II. Namun pada akhirnya kita melihat bahwa Yefta menjadi seorang hakim yang dihormati di  Israel.

Ada 3 kebenaran mengubah nasib Yefta yang perlu kita renungkan.

1. Yefta mengambil keputusan untuk hidup baru (Hakim 11:4-8).

Dalam kehidupan ini ketika kita mempunyai harta banyak maka banyak orang yang mendekati kita tetapi ketika kita tidak memiliki apa-apa maka kita akan diremehkan. Dalam ayat ini kita melihat bahwa Yefta pada akhirnya mengambil keputusan yang tepat yaitu mengampuni bahkan mengulurkan tangan kepada orang yang pernah menyakitinya. Dan inilah yang dialami oleh Yefta, namun ia mengambil keputusan untuk mengampuni. Berarti ketika kita dapat mengampuni orang lain maka disana akan selalu ada berkat ilahi bagi kita. Yefta akhirnya menjadi hakim di Israel.

Di dalam  Alkitab banyak tokoh-tokoh yang mempunyai masa lalu yang kelam misalnya Musa, dimana ia pernah dikejar-kejar oleh Firaun, yang berikutnya adalah Paulus dimana ia mempunyai reputasi sebagai pembunuh orang Kristen, dan juga perempuan dari Samaria. Namun seburuk apapun masa lalu kita, apabila kita datang kepada Tuhan untuk merubah hidup kita maka Tuhan selalu memberikan kesempatan kedua bagi kita. Tuhan sanggup mengubah latar belakang yang buruk menjadi orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Ilustrasi Seorang gadis yang mengalami perkosaan ayah kandungnya dan kemudian saat ia remaja bertemu dengan seorang pria kemudian menikah dengannya dengan anggapan akan menjadi lebih baik. Namun karena hidupnya belum dipulihkan akhirnya pernikahannya tidak bertahan lama sebab ia bercerai. Hidup wanita ini penuh dengan kesulitan sampai ingin bunuh diri, namun akhirnya ada seseorang yang membawanya untuk bertobat akhirnya Tuhan memulihkan hidupnya dan hari ini ia berkhotbah di televisi, radio dan menulis buku nama wanita itu adalah Joyce Meyer.

2. Yefta meminta pertolongan Tuhan (Hakim-hakim 11:11).

Yefta tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi melibatkan Allah. Bagaimana caranya kita meminta pertolongan Tuhan? Yaitu melalui doa. Dan ketika kita berdoa pada Tuhan maka Roh Tuhan akan mencurahkan kuasa dan kekuatanNya bagi orang yang berseru kepadaNya. Apapun masalah kita hari ini, ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang dapat menolong kita. Selain berdoa, Yefta juga bernazar pada Tuhan (Hakim-hakim 11:30-31). Dan doa yang dinaikkan dengan nazar pada umumnya doa mereka lebih cepat dijawab.

Orang yang bernazar menunjukkan keseriusannya kepada Tuhan. Dalam firman Tuhan dikisahkan bahwa saat Hana bernazar pada Tuhan untuk memohon anak dan jika diberikan maka ia akan mempersembahkannya kepada Tuhan. Dan pada akhirnya Tuhan juga memberikan 5 anak lagi kepadanya. Nazar yang kita naikkan menunjukkan keseriusan kita. Dan ketika kita bernazar maka kita harus menepatinya.

3. Yefta, mengatasi pergumulannya dengan tekun (Hakim-hakim 11: 32-33).

Disini kita melihat bahwa Yefta melakuka peperangan sebanyak 20 kali pertempuran, baru ia memperoleh kemenangan. Begitu juga dalam hidup ini terkadang kita juga selalu menghadapi masalah, sehingga kita harus bertekun. Sebab orang yang berhasil adalah orang yang tidak pantang menyerah. Einsten mengatakan bahwa 2 % kesuksesan yang kita alami itu karena inspirasi tetapi 98 %  kesuksesan terjadi karena kerja keras. Ingatlah bahwa Tuhan lebih ingin membentuk karakter kita daripada membuat kita menjadi orang yang berhasil sebab karakter akan kita bawa sampai kepada kekekalan.

Dalam 2 Korintus 11:23-27 mengisahkan tentang Paulus dalam pelayanannya dimana ia selalu gigih dalam pelayanannya sehingga ia dipakai Allah secara luar biasa* Ilustrasi: di Amerika ada seorang sopir truk yang mencoba menyanyi di bar namun ia ditolak namun karena ketekunannya pada akhirnya ia menjadi seorang legendaris penyanyi Rock n Roll yang terkenal namanya adalah Elvis Presley. Jadi, jika orang dunia pada umumnya dapat meraih kesuksesan dengan ketekunan dan mereka berhasil., maka sebagai orang percaya kita juga harus bertekun untuk meraih sebuah kesuksesan.

PAS

March 13, 2009
Memiliki Hati Yang Bijak PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 17 February 2008 07:00

Pdt Paul Abdi Saputra
Khotbah Raya III 17/02/08
Graha Bethany Nginden

Mazmur 90:1-17

Mazmur 90:12 mengatakan : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mengapa menghitung hari diajarkan kepada kita? Karena Banyak orang yang gagal dalam menghitung hari-harinya. Dalam firman Tuhan pemazmur minta kesanggupan untuk menghitung hari-harinya. supaya mendapat hati yang bijaksana.

Menghitung hari disini berbicara mengenai soal waktu. Dan waktu itu tidak bisa dimundurkan, dihapus, atau dikembalikan kepada yang semula. Sebab waktu akan terus berjalan meninggalkan kita ketika kita tidak berjalan dalam waktu itu . Karena itu setiap kita perlu untuk mengisi hidup ini dengan tanggung jawab, karena kita tidak akan pernah dapat menghapus pengalaman dalam hidup ini baik itu buruk atau baik.  Sesuatu yang baik menjadikan modal yang penting untuk melakukan hal yang luar biasa. Sedangkan kita tidak boleh terpuruk dengan masa lalu kita, sebab Tuhan telah memberikan kepada  kita waktu. yang berharga, sehingga mari kita mengisi dengan sesuatu yang berharga.

Ada dua hal yang penting ketika berbicara mengenai waktu :

Yang pertama, berbicara mengenai sebuah kesempatan atau peluang untuk sukses.

Sebuah kesempatan untuk berhasil dalam berbagai hal termasuk melayani Tuhan selalu ada bagi kehidupan setiap orang. Tetapi sayangnya masih ada banyak orang yang mempergunakan waktu dengan tidak bertanggung jawab sehingga pada akhirnnya mereka mengalami stagnasi maupun kehancuran. Karena itu ketika Tuhan masih memberikan waktu kepada kita sampai hari ini itu berarti sebuah peluang emas bagi kita untuk berhasil.

Ada sebuah mitos dari Yunani yang menceritakan :

ada seorang dewa yang namanya dewa kesempatan, digambarkan seperti orang yang kepalanya botak di bagian dibelakang. Dewa kesempatan ini jalanya sangat cepat. Begitu juga dalam hidup ini ketika kita ingin mengejar kesempatan kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Selain itu dibutuhkan ,ketajaman, kepekaan untuk mengamati sebuah kesempatan atau peluang. Dan juga diperlukan suatu persiapan untuk menangkap kesempatan yang ada. Banyak orang percaya tidak dapat berhasil karena mereka tidak peka, tidak penuh hikmat dan tidak ada persiapan yang maksimal serta optimal.

Seorang penulis yang bernama Bobby Ansem memberikan gambaran yang menarik bahwa kesuksesan adalah ketika persiapan berjumpa dengan sebuah kesempatan. Dengan demikian kita harus senantiasa mempersiapkan diri.

Yang kedua, berbicara soal kehidupan.

Bagaimana dalam hidup ini kita dapat  berbuah dan berguna bagi orang lain. Ada sukacita yang tidak dapat digantikan oleh apapun saat hidup kita dapat memberkati dan berguna bagi orang lain. Ada orang yang berkata bahwa kita tidak akan tahu berapa lama kita hidup, namun kita dapat menentukan luas dan kedalaman hidup kita.Apakah hidup kita memberkati orang lain ataukah sebaliknya, karena itu semua adalah pilihan kita.

Ilustrasi :

Ada seorang bapak yang memiliki 3 cincin turun temurun dan setiap orang yang memakai cincin tersebut akan memiliki karakter yang baik. Bapak ini memiliki 3 anak dan masing-masing diberi 1 cincin, namun mereka bingung karena ternyata hanya ada 1 cincin yang asli. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke orang yang bijaksana. Kemudian orang itu mengatakan bahwa satu saat pasti akan diketahui siapa yang memakai cincin yang asli yaitu ,mereka yang ramah terhadap orang lain serta baik kelakukannya.

Begitu juga dalam hidup ini kita tidak hanya cukup menjadi orang percaya namun terlebih dari itu apakah kita memiliki kebiasaan yang baik? Apakah kita mengeluarkan buah yang baik dan orang lain senang dengan kehadiran kita atau sebaliknya. Sebenarnya yang terpenting bukan berapa lama kita hidup di dunia melainkan bagaimana kita mengisi hidup ini dengan sesuatu yang berharga dan berguna. Yesus hidupnya hanya 33 tahun, namun hidupnya bergunan bagi orang lain, dan Dia termasuk teladan yang luar biasa bagi kita. Amin.

YAS

March 13, 2009
Karakter Ilahi PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 30 March 2008 07:00

Pdt Yosia Abdi Saputra
Khotbah Raya II 30/03/08
Graha Bethany Nginden

Banyak jemaat berpikir bahwa kalau ada seorang pendeta yang dipakai Tuhan secara luar biasa, hidupnya pasti baik dan sangat kudus. Sehingga tidak jarang jemaat yang ingin dekat dengan pendeta atau bahkan mengidolakannya. Namun ketika mereka dekat dengan pendeta itu dan mengetahui akan kelemahan yang ada dalam pendeta atau hamba Tuhan tersebut, hal ini menyebabkan mereka mengalami kekecewaan. Semua ini disebabkan karena banyak orang yang tidak dapat membedakan antara karunia dan karakter.

Pada saat hamba Tuhan berkhotbah dan menyembuhkan orang, sesungguhnya ia bergerak dalam karunia, tetapi dalam hidup keseharian ia bergerak dalam karakter. Arti dari karakter adalah sifat, watak, tabiat. Karakter yang kita miliki hari ini adalah hasil dari suatu proses yang panjang dan tidak terjadi dalam waktu satu hari. Bahkan para psikolog mengatakan bahwa pembentukkan karakter yang terpenting pada saat usia 5 tahun. Karena itu jika kita berharap agar seseorang dapat berubah dalam waktu satu hari maka yang timbul adalah kekecewaan. Misal ada seseorang yang sudah dibaptis namun masih mempunyai kebiasaan yang tidak baik, hal ini disebabkan karakter itu terbentuk melalui proses.

Sedangkan karunia di dapat dalam waktu yang cepat, contoh saat peristiwa pentakosta dimana para murid tiba-tiba menerima kuasa, sehingga Petrus yang tadinya seorang penakut, sekarang menjadi seorang pemberani, bahkan sekali dia berkhotbah 3000 orang bertobat.

Untuk itu ketahuilah bahwa Allah melihat karakter lebih penting daripada segala prestasi maupun penampilan seseorang, kalau kita sebagai manusia pada umumnya, lebih fokus kepada penampilan dan apa yang kita kerjakan. 1 Samuel 16:7, mengatakan bahwa Tuhan lebih melihat hati atau karakter daripada penampilan luar. Jadi dalam hidup keseharian Tuhan sangat memperhatikan hati dan karakter lebih dari penampilan kita. Karakter merupakan fondasi kokoh yang mempertahankan keberhasilan seseorang.

Dalam firman Tuhan disebutkan, Salomo adalah orang yang memiliki kekayaan yang luar biasa, namun kesuksesannya tidak dapat bertahan lama karena fondasinya yaitu karakternya tidak kuat. Contoh lain adalah Simson, dimana seorang anak muda yang kuat dan mempunyai masa depan yang cemerlang, namun kesuksesannya hanya berlangsung sangat singkat karena karakternya yang tidak baik. Karena itu diibaratkan bagunan sebagus apapun jika tidak mempunyai fondasi yang bagus maka bangunan tersebut dapat runtuh.

Ada 4 langkah agar karakter kita dapat dirubah

Langkah pertama : Bertobat

Roma 12:2. mengatakan Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Bertobat terjemahan dari kata metanoia. Metanoia memiliki arti perubahan budi atau perubahan pola berpkir. Jadi Bertobat artinya harus ada perubahan dalam pola pikir. Rasul Paulus mengatakan : “apa yang dulu menjadi keuntungan bagiku sekarang kuanggap rugi karena pengenalanku akan Kristus” artinya terjadi perubahan dalam pola pikir.

Langkah kedua : Mempunyai kerelaan untuk dibentuk atau memiliki roh yang mau diajar.

Saat orang ditegur, maka reaksi yang keluar pada umumnya adalah marah, tidak mau mendengarkan nasihat yang diberikan. Tetapi kalau kita belajar dari kehidupan Daud maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga, dimana dia sangat senang menerima teguran maupun peringatan dari Tuhan, seperti yang ia ungkapan dalam Mazmur 119:14-16. Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Langkah ketiga : Disiplin rohani

1 Timotius 4:7b-8 mengatakan bahwa latihan badani terbatas gunanya namun ibadah sangat besar gunanya karena mengandung janji dalam kekekalan. Untuk itu ibadah itu harus dilatih, karena terbentuknya karakter melalui kebiasaan. Bentuk ibadah itu sangat banyak selain kebaktian dalam gereja, diantaranya mengunjungi janda-janda dalam kesusahan, memberi, dan lain sebagainya.

Langkah keempat : Memiliki lingkungan yang baik

1 Korintus 15:33 mengatakan Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Jadi karakter yang baik akan dapat berubah menjadi tidak baik karena lingkungan yang ada. Begitu juga karakter yang tidak baik bisa berubah menjadi baik karena lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Karena itu ketika kita ingin mempunyai kehidupan rohani yang kuat maka kita harus berkumpul dengan orang yang mempunyai kerohanian yang bagus. Amin.

YAS

March 13, 2009
Dewasa Dalam Perkataan PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 30 March 2008 07:00

Pdt Yosia Abdi Saputra
Khotbah Raya I 30/03/08
Graha Bethany Nginden

Tuhan mempunyai kerinduan bahwa setiap umatNya agar tidak hanya menjadi bayi rohani namun supaya dapat bertumbuh sampai menuju kedewasaan . Dan salah satu tanda bahwa seseorang bertumbuh menjadi dewasa yaitu mempunyai kemampuan untuk mengatur perkataannya. Memang hal ini tidak mudah karena lidah walaupun sangat kecil namun sulit ditaklukkan. Namun demikian Tuhan mempunyai harapan kalau kita bertumbuh maka kita akan mampu menguasai perkataan kita.

Ciri orang dewasa dalam perkataan:


1. Berbicara dalam waktu yang tepat, kalau kita adalah orang yang sudah dewasa dalam perkataan maka kita akan tahu kapan waktunya untuk berbicara tentunya dalam waktu yang tepat. Amsal 25:11.mengatakan Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Sehingga, orang yang mengucapkan perkataan yang tepat itu diibaratkan seperti apel emas di pinggan perak dalam arti sangat luar biasa. Seringkali perkataan yang kita ucapkan itu ditafsirkan salah, karena sebenarnya hanya waktunya yang tidak tepat. Sehingga dengan demikian hasilnya akan buruk. Misalnya seorang istri yang berbicara pada suami dalam waktu yang tidak tepat sehingga akan tidak maksimal. Sebab itu setiap kita harus dapat menahan emosi sehingga hasilnya akan tepat dan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

2. Berbicara dengan isi yang bermanfaat (Yesaya 50:4) kalau kita sungguh dewasa maka dalam setiap perkataan yang keluar itu akan dapat membawa keuntungan serta manfaat bagi orang lain. Ketika kita mendengar firman maka disana telinga kita akan terlatih. Selain itu kita harus memperhatikan perkataan kita sehingga mereka yang mengalami masalah akan dikuatkan oleh perkataan kita.

3. Berbicara dengan cara yang tepat, seringkali orang tidak dapat menerima perkataan kita karena cara kita berbicara kurang sopan dan tidak berkenan. Amsal 15:1 mengatakan bahwa . Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Yang dimaksud kata-kata yang lemah lebut adalah cara bagaimana kita berbicara dan menjawab orang lain. Karena itu orang yang dewasa perkataannya tidak hanya isinya yang bermanfaat tetapi cara bicaranya lemah lembut dan baik.

4. Berbicara dengan tepat dan dapat dipercaya Yakobus 5:12 disana dikatakan bahwa jika kita berbicara harus mengatakan ya jika ya dan mengatakan tidak jika tidak supaya kita jangan kena hukuman, selain itu kita tidak boleh bersumpah. Lalu mengapa orang sampai bersumpah? karena perkataannya tidak dapat dipercaya sehingga ia meyakinkan lawan bicaranya dengan sumpah. Karena itu perkataan kita harus dapat dipegang dan dipercaya oleh orang lain

Ketika kita dapat melakukan ke 4 hal diatas maka dampak yang kita alami adalah:

1. Kita akan memiliki hubungan yang baik dan menguntungkan. Amsal 22:11 dikatakan bahwa orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat Raja . Menurut survey kesuksesan dalam hidup ini 70 % ditentukan oleh hubungan. Sehingga dalam hal apapun kita harus dapat membangun hubungan yang baik sehingga mengubah dan menguntungkan kita.

2. Memiliki integritas (Yakobus 5:12). Karena perkataan kita baik dan benar, maka kita akan membangun image yang benar. Dimana apa yang kita katakan itu benar dan sesuai, termasuk saat kita berdagang biarlah kita juga selalu memiliki integritas

3. Merubah keadaan yang buruk menjadi baik. Di dalam setiap perkataan yang diucapkan ada kuasanya. Amsal 12:25 mengatakan bahwa kekuatiran dalam hati membungkukkan orang tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia Maksudnya orang yang perkataannya baik walaupun kondisinya kurang baik maka perkataannya mempunyai kuasa untuk merubah keadaannya. Manusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan Allah dan salah satunya adalah dalam perkataan. Allah mempunyai perkataan yang berkuasa untuk mencipta. Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya hanya dengan berfirman. Sekalipun tidak sedahsyat dengan Allah namun tetap ada kuasa dalam perkataan.

Kesaksian: Ada seorang hamba Tuhan yang saat bertemu dengan saya selalu mengucapkan perkataan negatif sampai akhirnya keadaannya seperti yang ia katakan. Karena itu jangan pernah mengutuki keadaan kita, ucapkan perkataan iman, ucapkan selalu firman Tuhan.maka keadaan buruk akan menjadi baik

PAS

March 13, 2009
Mengutamakan Kristus PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 20 April 2008 07:00

Pdt Paul Abdi Saputra
Khotbah Raya I 20/04/08
Graha Bethany Nginden

Mega bintang NBA Larry Bert Pernah mengalami cidera yang serius sehingga harus dinonaktifkan. Dia merasa sangat menderita dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena ia sudah tidak dapat bermain lagi sepanjang musim. Bagi Larry, bola basket merupakan segala-galanya sebagaimana telah menyerap hidupnya.

Saudara, bukankah hidup ini untuk Kristus dan mati adalah keuntungan ?. Oleh sebab itu, biarlah Yesus saja yang menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Karena kekristenan yang benar dan sejati adalah kekristenan yang memusatkan diri secara total pada Kristus. Seseorang belum layak disebut sebagai orang Kristen kalau Yesus belum menjadi pusat hidupnya. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah saat ini Tuhan menjadi tujuan dan pusat bagi kita? Apakah yang kita lakukan itu menyenangkan Tuhan, apakah pikiran Kristus sudah menjadi pikiran kita, apakah keinginan kita sama dengan keinginan Kristus? Kalau hidup kita masih berpusat pada diri sendiri kita hanya tertuju kepentingan diri kita sendiri berarti Yesus belum menjadi pusat kehidupan kita. Sehingga dari sini kita dapat melihat bahwa kerohanian kita belum bertumbuh dan berkembang.

Paulus berhasil menunjukkan bahwa Kristus adalah pusat kehidupannya. Hal ini tampak pada sikap hidupnya ketika ia menghadapi masalah, persoalan, tekanan kehidupan, hal-hal yang tidak menyenangkan. Sikapnya sangat luar biasa, dimana ia dapat menghadapi persoalan dan ia berhasil keluar sebagai pemenang, mengapa ? sebab Kristus sudah menjadi pusat kehidupannya. Kalau Kristus menjadi pusat hidup kita maka hidup kita juga akan berbeda, dimana kita akan hidup dalam keberhasilan dan kemenangan. Ada beberapa ciri bagi orang yang hidupnya berpusat pada Kristus :

Ciri pertama : Penuh Sukacita Dan Damai Sejahtara.

Orang yang hidupnya berpusat pada Kristus,  hidupnya pasti dipenuhi dengan sukacita, damai sejahtera. Lalu bagaimana hidup kita hari-hari ini ketika terpaan tekanan makin menghebat, apakah hidup kita dipenuhi dengan sukacita atau dukacita ? Jika sukacita belum ada dalam hati kita maka Kristus masih belum menjadi pusat perhatian hidup kita. Namun sebaliknya jika Kristus menjadi pusat hidup kita, maka apapun yang terjadi dan melanda hidup kita maka kita akan ada dalam kebahagiaan dan damai sejahtera.  Filipi 1:18 Paulus mengatakan bahwa apapun yang terjadi ia tetap bersukacita. Filipi 4:4 dikatakan bahwa bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan …” padahal hidup Paulus bukanlah mudah karena ia dalam penjara, namun ia menulis surat yang isinya penuh dengan sukacita malahan ia menganjurkan orang yang di luar penjara untuk hidupnya dalam sukacita. Sepertinya memang bertentangan tetapi ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun yang dapat mengikat hati ,roh dan sukacita yang ada dalam diri Paulus.

Sebenarnya apa yang menjadi tolok ukur sukacita?  Menurut ukuran dunia kita dapat bersukacita jika kita memiliki materi, jabatan yang tinggi, kedudukan yang baik. Survey di Amerika menyatakan bahwa setiap tahun ada 5 juta orang yang berniat bunuh diri dimana mereka adalah orang yang mempunyai materi yang cukup dan populer. Dan yang bunuh diri adalah 10-20 % nya setiap tahunnya. Dari sini berarti materi tidak dapat menjamin kebahagiaan dan bukan segala-galanya. Materi memang penting tapi bukan segala-galanya. Suatu hari ibu Theresa diundang dalam sebuah pertemuan dunia dan dihadiri  para oleh bangsawan, perdana menteri, presiden dan orang-orang penting. Semua orang datang dengan kekayaan, harta benda yang luar biasa, dan mereka memakai baju dari kain sutera. Namun yang menarik saat itu adalah ibu Theresa datang dengan kain sari (kain tradisional India yang sederhana dan bajunya dijepit dengan peniti yang sederhana).

Kemudian seorang bertanya pada ibu Theresa dan bertanya apakah ia tidak kecewa dengan pelayanannya terhadap kaum miskinn, banyak berkorban namun menghasilkan materi dan kekayaan yang sedikit? Ibu theresa menjawab bahwa ia tidak kecewa karena ia tahu bahwa ia dipanggil bukan dalam pelayanan yang bergelimang dengan materi namun pelayanan dengan kemurahan hati. Dan sejarah mencatat bahwa hidup ibu Theresa penuh dengan sukacita dan kebahagiaan sekalipun tidak berlimpah-limpah dengan kekayaan dunia. Ibu Theresa dan Rasul Paulus menunjukkan bahwa kekayaan tidak menjadi tujuan hidup mereka sebab sumber sukacita, damai adalah Yesus. Ada persamaan antara thermometer dan thermostat yaitu berhubungan dengan suhu. Namun ada perbedaannya dimana Thermometer adalah alat pengukur suhu ruangan, artinya thermometer sangat dipengaruhi situasi dan kondisi yang ada. Sedangkan thermostat adalah alat untuk mengatur suhu dan jadi yang menentukan suhusebuah  ruangan adalah thermostat. Sebab itu jadilah Kristen thermostat dimana sukacita kita tidak tergantung oleh apapun juga dan bukan menjadi kristen thermometer .

Ciri kedua : Memiliki KeyakinanYang Kuat Dan Teguh. (Filipi 1:19-20).

Orang yang menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya akan memiliki  sebuah keyakinan yang kuat dan teguh bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya pasti akan membawa kebaikan dan pada akhirnya Kristus dimuliakan. Paulus tidak pernah takut dengan apapun yang terjadi karena hidupnya ada dalam tangan Tuhan. Jadi sebenarnya kita tidak mengenal kata kebetulan, gagal, sial.

Ilustrasi: Ada sebuah raja dan seorang perdana menteri yang melewati sebuah hutan lalu sang raja merasa lapar dan ia memerintahakan perdana menteri mencari makanan, namun karena tidak ada makanan maka di tengah perjalanan justru mereka menemukan buah kelapa yang berserakan di tanah. Akhirnya sang raja makan buah kelapa tetapi akhirnya gigi sang raja tanggal satu. Sang perdana menteri menertawakannya hingga membuat sang raja marah, namun perdana menteri mengatakan bahwa di balik peristiwa yang tidak baik disana akan ada hal baik yang belum diketahui. Akhirnya sang perdana menteri diikat dan dimasukkan ke dalam sumur tua. Sang raja kemudian melanjutkan perjalanan dan ditangkap oleh gerombolan suku liar dan ia hendak dipersembahkan kepada dewa gunung berapi. Namun akhirnya sang raja tidak jadi dikorbankan sebagai persembahan karena sang dewa tidak mau jikalau anggota tubuh korban tidak komplit, yaitu gigi sang raja telah tanggal satu. Akhirnya sang raja melarikan diri menemui perdana menteri dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Kemudian sang raja bercerita dengan kejadian yang menimpanya. Perdana menteri pun juga bersyukur sebab jika dirinya tidak diikat dan ikut dengan sang raja tentu ia akan dipersembahkan sebagai korban karena ia memiliki anggota tubuh yang komplit. Jadi dari sini kita tahu bahwa saat ada hal buruk yang terjadi disana pasti ada kebaikkan yang akan Tuhan nyatakan.

Ciri ketiga : Mempunyai tujuan yang jelas yaitu menghasilkan buah untuk kemuliaan nama Tuhan (Filipi 1:21-22).

Ketika terjadi perang saudara di Amerika, Presiden Abraham Lincoln mempunyai seorang sekretaris pemuda yang setiap hari memohon agar ia dikirim ke medan perang sebab ia ingin melakukan sesuatu yang penting untuk bangsa dan negaranya. Namun akhirnya suatu hari presiden mengataka bahwa ia melihat kesungguhan dan niatnya namun ia tidak melihat untuk hidup bangsa dan negara. Disini kita melihat bahwa sebenarnya arti martir adalah orang yang bersedia menyerahkan hidupnya baik melalui kematiannya maupun kehidupannya bagi bangsa dan negaranya atau bagi agamanya. Hidup orang Kristen seharusnya seperti  pohon pisang dimana ia tidak akan mati sebelum berbuah. Begitu juga biarlah hidup kita boleh berbuah dan melakukan perbuatan baik yang dapat dinikmati oleh orang lain. Jadi saat kita memusatkan hidup pada Kristus maka apapun yang ada pada kita, akan kita persembahkan untuk Tuhan.

YAS

March 13, 2009

Proses Dan Pembentukan Tuhan PDF Print E-mail Written by Joice Hadisiswoyo Thursday, 15 May 2008 07:00 Pdt Yosia Abdi Saputra Khotbah Doa Malam 15/05/08 Graha Bethany Nginden Ayat Bacaan Yesaya 28:23-28 Ketika kita menjadi orang percaya atau anak Allah maka Tuhan selalu ingin menyempurnakan kehidupan kita. Karena itu setiap kita pasti akan dibentuk atau diproses oleh Tuhan. Ketika Tuhan memproses hidup kita ada 3 hal yang perlu diketahui : 1. Lamanya proses pembentukan Yang menentukan lama atau tidaknya proses dari Tuhan adalah diri kita sendiri. Apabila kita tidak dapat menerima pembentukan tersebut dan terus mengeraskan hati, bahkan merasa kecewa ketika berada dalam proses pembentukan, maka proses yang kita alami akan semakin lama. Namun sebaliknya apabila kita rela dan taat menerima proses dari Tuhan maka semakin cepat pula berlangsungnya proses. Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang kita alami saat ini tidak terjadi secara kebetulan sebab disana ada rencana Allah. 2. Cara pembentukkan Ketika Tuhan membentuk tiap-tiap orang tidaklah selalu dengan cara yang sama. Sebab Tuhan lebih tahu akan karakterisitik dan Ia mengenal pribadi kita. Ada beberapa cara Tuhan saat membentuk hidup kita : – Tuhan membentuk kita lewat masalah – Tuhan membentuk kita lewat orang-orang yang ada di sekitar kita – Tuhan membentuk kita lewat berkat 3. Bobot Masalah Pembentukkan yang kita terima dari Tuhan, sebenarnya sudah diatur seberapa besar bobotnya. Yang pasti bahwa proses yang kita alami itu bukanlah untuk menghancurkan melainkan untuk mengeluarkan hal yang terbaik dari dalam diri kita. Karena itu mulai hari ini berhentilah untuk mengasihani diri sendiri, tetapi percayalah bahwa masalah kita itu biasa, sebab Tuhan yang ada dalam diri kita luar biasa. (1 Korintus 10:13)

YAS

March 13, 2009
Resep Mengatasi Kekuatiran PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Sunday, 25 May 2008 07:00

Pdt Yosia Abdi Saputra
Khotbah Raya II 25/05/08
Graha Bethany Nginden

Saat ini banyak umat Tuhan yang hidupnya mengalami kekuatiran akibat kondisi yang terjadi. Namun Tuhan memberikan kepada kita jalan keluar untuk mengatasi kekuatiran.

Resep mengatasi kekuatiran

1. Doa yang benar (Filipi 4:6-7)

Ketika kita berada dalam masalah janganlah hendaknya kita kuatir melainkan kita harus berdoa pada Tuhan. Sebab doa yang kita naikkan kepada Tuhan itu tidak akan sia-sia.
Selain itu kita serahkan segala kecemasan atau ketakutan kita kepada Tuhan. Selanjutnya kita harus dapat bersyukur pada Tuhan, sekalipun kita belum menerima jawaban atas doa dan tetap mengucap syukur senantiasa.

2. Pikirkan yang benar (Filipi 4:8)

Pikiran manusia merupakan tempat medan peperangan, karena itu kita harus dapat menjaga pikiran kita dengan baik dan benar. Jangan sampai pikiran kita dikuasai oleh kekuatira ataupun hal yang buruk.
Hasil riset : 92% kekuatiran manusia tidak terjadi, namun yang terjadi hanya 8%. Sehingga kekuatiran manusia sangatlah tidak mempunyai alasan. Pilihan ada pada kita, apakah kita akan memikirkan hal yang baik atau yang buruk.

3. Perbuatan yang benar (Filipi 4:9)

Dengan melakukan perbuatan yang benar maka kita akan mendapat ketenangan. Dan perbuatan yang benar disini adalah melakukan firman seperti yang telah kita dengar. Apapun yang kita lakukan hari ini jika kita berjalan dalam kebenaran maka semua tidak akan terkalahkan dan berkat ada bagi kita. Seperti yang tertulis dalam Yakobus 1:25 “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” Dan di Yesaya 32:17 juga dikatakan : “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya”.

YAS

March 13, 2009

Jangan Kuatir PDF Print E-mail Written by Joice Hadisiswoyo Sunday, 25 May 2008 07:00 Pdt Yosia Abdi Saputra Khotbah Raya I 25/05/08 Graha Bethany Nginden Matius 6:25-34 Hari-hari ini banyak terjadi gejolak yang dialami oleh setiap orang khususnya di bidang ekonomi, tetapi Yesus berkata : “apapun yang terjadi kita tidak perlu kuatir.” Mengapa Tuhan perintahkan supaya kita tidak kuatir ? 1. Tuhan telah melakukan perkara yang besar. Dalam Matius 6:25, Yesus berjanji bahwa Ia akan mencukupi kebutuhan hidup kita sehingga kita tidak perlu kuatir. Matius 6:26 mengatakan jika burung di udara saja Tuhan pelihara apalagi kita sebagai manusia pasti Tuhan akan lebih pelihara Matius 6:28-30 mengatakan bahwa bunga bakung saja Tuhan hiasi, apalagi kita sebagai anak-anakNya. 2. Kekuatiran itu tidak berguna, bahkan merugikan (Matius 6:27) Dan kerugian yang kita alami saat kita kuatir yaitu apa yang kita kuatirkan itulah yang akan kita alami, misalnya : seseorang yang selalu berpikir gagal, maka pada akhirnya orang tersebut mengalami kegagalan. Kalwarendra seorang ahli acrobat. Suatu saat ia mengadakan pertunjukkan akrobat yang sangat berbahaya sebab ia harus berjalan hanya diatas seutas tali yang tinggi. Saat pertunjukkan tiba banyak wartawan, serta pengunjung yang menghadiri. Namun saat ia berjalan di tengah-tengah tali tiba-tiba ia jatuh ke bawah, badan dan kepalanya hancur dan seketika itu ia meninggal. Kemudian istrinya ditanya mengapa hal ini bisa terjadi, istrinya mengatakan bahwa selama 2 bulan sebelumnya setiap malam suaminya terbangun dan mengalami rasa takut yang luar biasa akan kegagalan. Dan akhirnya hal itu terjadi, disini kita melihat bahwa apa yang kita takutkan akan kita alami. Kekuatiran membawa dampak yang buruk pada kesehatan Ilustrasi: Seekor tikus dimasukkan dalam kandang yang diberi kawat, dan setiap hari tikus itu ditakut-takuti oleh seekor kucing selama 1 jam, padahal kucing tersebut tidak bisa masuk ke dalam kandang. Dan selama 3 bulan tikus tersebut meninggal, hasil diagnosa seluruh tubuhnya penuh dengan sel kanker. 3. Kekuatiran tanda tidak percaya (Matius 6:30) Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan menjaga dan memelihara hidup kita sehingga kita tidak perlu kuatir. Sebab rasa kuatir dan percaya itu tidak dapat berjalan bersama-sama. Apa yang harus kita lakukan 1. Carilah dahulu kerajaan Allah (Matius 6:33) Disini kita harus dapat memprioritaskan Tuhan lebih dari apapun juga, maka segalanya akan Tuhan tambahkan untuk kita. 2. Jalani hidup ini dari hari demi hari bersama Tuhan, maka kuasaNya akan dinyatakan dalam hidup kita (Matius 6:34).

AC

March 13, 2009
Power, Sex, And Money PDF Print E-mail
Written by Joice Hadisiswoyo
Monday, 09 June 2008 07:00

Pdt Anthony Chang
Khotbah Raya IV 08/06/08
Graha Bethany Nginden

Dalam hidup ini ada 3 hal yang terpenting dalam hidup manusia :

1. Power

2. Sex

3. Money

** Power (Kejadian 1:26-28)

Kuasa merupakan pemberian Tuhan yang diberikan kepada manusia. Karena manusia merupakan ciptaan Alah yang paling mulia dimana manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah. Sehingga manusia juga merefleksikan sifat-sifat Allah. Bahkan manusia juga memiliki kuasa atas apa yang ada di bumi. Namun terkadang sebagai manusia kita menyalah gunakan kuasa yang diberi oleh Tuhan misal saat manusia menyembah binatang. Dan  saat manusia belum siap dalam menerima power (kuasa) dari Allah dengan baik maka kuasa dapat menghancurkan orang lain.

Contoh : Ketika seorang suami tidak bekerja, sedangkan yang bekerja hanya istrinya. Apalagi istrinya mempunyai sifat dominan diantara keluarganya, maka lama-kelamaan dapat menimbulkan hal yang tidak baik. Misalnya, suami tidak disegani maupun dihormati lagi karena dianggap lemah.

Dalam firman Tuhan juga menunjukkan contoh-contoh mengenai soal kuasa, terutama yang diawali dari Hawa. Dimana ia ingin menjadi sama dengan Allah, tetapi akibatnya justru manusia mengalami kehancuran. Yang berikutnya yaitu saat rakyat Israel berkata bahwa Saul hanya dapat mengalahkan musuh beribu-ribu, sedangkan Daud dapat membunuh berlaksa-laksa maka Saul ingin berusaha membunuhnya sebab ia merasa kedudukannya terancam oleh Daud. Sedangkan dalam Perjanjian Baru; orang farisi, imam-iman, ahli-ahli taurat saat merasa terancam karena kehadiran Yesus. Mereka melihat bahwa Yesus lebih berkuasa, maka mereka berusaha untuk menyalibkan Yesus.

Dari beberapa contoh diatas, kita dapat memetik suatu pelajaran yaitu supaya kita berhati-hati ketika kita menerima suatu jabatan. Jangan sampai kita menyalahgunakan suatu power atau kuasa yang kita terima.

** Sex (1 Korintus 6:12-13; 18-20)

Sex merupakan salah satu pemberian Allah untuk manusia, namun sayangnya dalam hidup ini terjadi peyimpangan sehingga dapat menimbulkan kejahatan. Dalam firman Tuhan diawali dari jaman Lot, dimana anak perempuannya bersetubuh dengan Lot. Kemudian pada jaman Daud dimana saat ia menginginkan Batsyeba maka ia membunuh Uria.

Bahkan sampai saat ini pun masih terjadi penyimpangan-penyimpangan seksual yang dapat mengakibatkan keluarga hancur. Contoh kasus : Dalam sebuah rumah tangga saat terjadi perselingkuhan akan membuat kehancuran dalam keluarga. Contoh lain Anak-anak muda yang jatuh dalam dosa sexual sebelum mereka resmi menikah akan membuat hal yang tidak baik. Dalam firman Tuhan ada contoh yaitu Simson dan Delila. Oleh sebab dalam hidup ini kita harus berhati-hati dan penuh dengan hikmat. Jangan pernah menyalahgunakan pemberian Tuhan.

** Money (1 Timotius 6:6-10)

Setiap manusia pasti memiliki keinginan menjadi kaya. Namun jika kekayaannya tidak didasari takut akan Tuhan, maka akan menjadi kejahatan yang serius. Bahkan dalam mencari uang pun akan menghalalkan segala cara. Dalam hidup ini ada beberapa penyimpangan yang terjadi dengan harta atau uang. Misalnya, terjadinya korupsi. Dalam firman Tuhan kita melihat bahwa Yudas Iskariot menjual Yesus hanya dengan 30 keping uang perak, meskipun pada akhirnya ia menyesal. Untuk itu perlu kita ketahui bahwa manusia tidak akan puas dengan uang, dengan demikian kita harus belajar mensyukuri setiap berkat yang kita terima; berapapun besar jumlahnya.

Melalui beberapa penjelasan di atas marilah kita belajar menikmati power, sex dan money dengan konteks yang benar sesuai dengan anugerah yang Tuhan beri bagi kita.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.